“AAAAAAAAAAHHHHHHH TOLONG!!!! SIAPAPUN TOLONG AKU!!!
JANGAAN!! AAAAAHHHH!!!”
Feranda
pov
Suara itu.
Kamar depan.
Ku lihat
jam tanganku.
Jam 6:30
malam
“Feranda
kamu kenapa? Kenapa muka kamu aneh gitu?” tanya Sophie, “ah, itu... ga ada apa-apa
kok..” “yang bener?? Kalau ada apa-apa, cerita aja ke kita..” kata Ariana “iya,
cerita aja ke kita..” balas Helen. “Ah, yang tadi, sudah ah! Jangan dibahas
lagi.. ayo kita lanjutin yang tadi! Jadi, kita berempat bakalan pergi ke...” “ke
Jepang!” kata Ariana, “kata siapa kita bakalan pergi ke Jepang, kita bakalan
pergi ke negeri sakura..” “sama aja.” Ucap Helen dengan nada datar.
“PAKEEETT!!”.
“Feranda, itu ada paket!” kata Sophie, “iya, aku bakalan ke sana kok..” sophie
bilang begitu karena aku sedang berada di dapur untuk membuat makan malam untuk
mereka, ya, mereka kan menginap di apartemenku. “Dengan Feranda Romanove?” “Iya,
ini saya..” “ini ada paket dari.. ibu Selanda Pith. Tolong tanda tangan di
sini..” “ah! Iya, terima kasih..” “Sama-sama”
Selanda Pith.
Wanita itu.
Ada yang tidak beres.
Pengirim paket itu.
Warna matanya.
Suara pria tadi.
“Feranda! Ada
apa? Ada masalah?” Tanya Ariana, “Ah, tadi.. tidak ada apa-apa kok!” “Aku tahu
dia bohong! Aku bisa merasakan apa yang dia rasakan” kata Helen “k-k-k-kamu..” ucap Sophie “iya Helen,
bisa merasakan apa yang orang yang berada di dekatnya atau yang sedang ada
dipikiran dia..” ucap diriku “Feranda, kau tahu soal hal ini?” tanya Sophie “Tentu!
Aku sudah mengetahuinya sejak lama..” “Isi paket itu apa?” tanya Ariana, “ah,
iya, aku lupa untuk membuka nya!”
Oh tidak
Ini tidak mungkin
Mengapa bisa?
Aku harus membuang ini.
To be
continue
A/N: kalau ada yang ga tahu pov artinya apa, pov itu artinya Point Of View.
No comments:
Post a Comment