Tuesday, 14 July 2015

Life Is A Choice pt.4

Previous chapter

TOK TOK TOK
“Ariana itu siapa??” “entahlah aku juga tak tahu.. mari kita cek bersama.” “iya.”

OH TIDAK!!
...................................

Helen’s pov

OH TIDAK!

aku matikan semua lampu yang masih menyala dan tutup semua tirai yang masih terbuka, ku tutup tirai itu serapat mungkin. Aku hanya takut ada sesuatu yang buruk terjadi. “Helen, kau kenapa?” Tanya Ariana yang masih berada di dekat pintu. Di dekat pintu, Oh tidak. “Ariana, jangan berada di dekat pintu! Ayo sini!” “Memangnya kenapa Helen, bilang saja padaku..” dengan terpaksa aku harus memberitahu ini.




“Jadi, kau lihat laki-laki tadi kan?” “Iya..” “Laki-laki tadi itu namanya Charles Thompsom dan dia-” “Charles Thompson!?       Oh Tidak!! Dia mantanku sewaktu aku SMA!! Oh Tuhan!!” “Ariana ssshhhh Jangan berisik! Sini, biar kuberitahu siapa dia sebenarnya. Jadi, dia adalah salah satu anggota geng yang paling terkenal di kota, dan aku tak pernah mengucapkan sepatah kata pun padanya.. kalau boleh jujur aku sangat takut padanya, dan warga satu kota pun takut padanya.. Oleh karena itu, aku sengaja mematikan lampu dan menutup tirai karena dia bisa mengetahui apakah ada orang di dalam ataukah tidak, meskipun pintu tertutup rapat.” “Lalu, apa hubungannya dengan tirai dan lampu??” “Oh iya, aku lupa.. Jadi, aku sempat mendapatkan informasi dari teman-temanku sewaktu aku SMA, kau tahu kan siapa saja mereka??” “iya, aku tahu” “Katanya, biar tidak ketahuan, kita matikan saja lampu dan tutup tirai..”
“Hei! Yang di dalam!! Aku mau bicara!” “Helen, itu kan suara-” “Charles” “Biar aku saja yang keluar..”

Ariana’s pov
Hufftt.. kau pasti bisa Ariana, kau pasti bisa! Dia kan cuman mantan pacar..
“Hai Ariana” dia bilang itu sambil tersenyum.. Ya Tuhan.. “um.. Ariana, kenapa kau melamun??” “ah! Iya, maaf.. hehehe” “um.. aku ingin tanya, kenapa kau ada di sini?” “aku sedang menginap bersama teman-temanku, memangnya kenapa?” “ah, tidak, tapi aku-” “tapi apa?”  “ah, tidak jadi..” “oh,um.. kamu ada perlu apa kesini?” “Bolehkah kamu ijinkan aku masuk? Akan ku jelaskan semuanya di dalam..” “ah, iya, silahkan..”


Sebentar. Mengapa aku ijinkan dia masuk ke dalam? Helen tadi bilang, katanya dia takut pada Charles, terus, mengapa aku mengijinkan dia masuk? Ah! Aku bodoh sekali! Tapi, tak apalah, sekali ini juga.

Tiba-tiba aku merasakan ada seseorang menarik tanganku, dan dia adalah, “Sophie kenapa kamu tarik tanganku? Dan kenapa kamu belum tidur? Lihat, ini sudah jam 3 pagi!” “Sekarang, aku tanya pertanyaan tadi ke kamu. Kenapa kamu belum tidur?” “aku tadi tidak bisa tidur, mungkin karena tadi aku minum kopi..” “Ok, sekarang aku jawab pertanyaan mu. Aku tidak bisa tidur karena, aku merasa tadi ada yang membangunkanku dan aku tidak tahu itu siapa, dan oleh karena itu aku terbangun, dan oh iya! Tadi aku dengar ada suara Charles... mengapa dia ada di sini?”

Tanpa menjawab pertanyaan Sophie, aku langsung lari ke arah balkon, menghiraukan teriakan Sophie. Aku berhenti di balkon itu sambil melihat ke arah bawah balkon. Entah apa yang membawaku kesini, aku juga heran. Aku masih dalam posisi itu, nafasku tak beraturan dan sejak kapan aa silet di tanganku?

No comments:

Post a Comment