Friday, 3 July 2015

Life is a choice pt.3


Oh tidak

Ini tidak mungkin

Mengapa bisa?

Aku harus membuang ini.

Helen’s pov
Entah mengapa aku merasa ada yang aneh dari Feranda, aku merasakan ada sebuah bencana yang akan menimpanya. Ah, sudahlah! Jangan pikirkan hal itu lagi! Aku bisa gila karena memikirkan hal itu terus-menerus.

“Aku lapaaar!!” teriak Ariana, “Ya, sebentar akan kubuatkan nanti..” jawab Feranda. “Kalian semua, aku tidur duluan ya.. ini sudah jam 9 malam..” “Iya, Helen.. kau bisa tidur di kamar ku..” jawab Feranda “Ah, tidak usah, aku tidur di kamar tamu saja..” “Baiklah.. Selamat malam Helen”
..............................................................................................
“Siapa kau?”

“Jangan pura-pura tidak tahu!” ucap lelaki berambut pirang itu

“OUCH!” dia menamparku keras sekali

“Aku baru tahu kalau itu rasanya sakit..”

“Dasar kau!!! Lelaki kurang ajar!! Siapa kau sebenarnya?”

“Kau masih tidak ingat siapa aku? Aku adalah orang yang pernah kau tinggalkan selagi kita 
masih SMA. Kau meninggalkanku karena pacar sialan mu itu, Helen Gilbert.”

“ Zylen Megganoff!!”

“Akhirnya kau ingat juga”

“Kenapa aku ada di sini? Dan kenapa kau mengikatku di sebuah tiang?”

“Aku disini hanya untuk memperlihatkanmu bagaimana caraku menyiksa pacarmu yang 
sialan itu!”

“Grace!!”

Dia tidak menjawab, hanya dibalas dengan anggukan saja.

“Dimana dia??!!”

“ternyata kau masih sayang sama dia. Setelah 1 ½  tahun berpisah..”

“Cepat beri tahu!”

“Aku tidak akan memberi tahumu kalau kamu tidak putus sama dia..”

“Dasar kau lelaki kurang ajar!!”

Dia menamparku kembali, dan dia mendekatkan mukanya sehingga aku bisa merasakan 
nafas nya mengenai mukaku.

“Aku tidak akan memberi tahumu jika kau tidak mengikuti apa yang aku ucapkan.”

“Dasar lelaki egois!!”

“hmm.. begitu ya.. aku pikir aku tidak seegois dirimu yang ingin mendapatkan apa yang kau 
inginkan sehingga mengorbankan orang lain.”

“Aku tidak seperti itu!!”

“ssshhh.. jangan banyak bicara.. jika kau ingin melihat pacarmu yang sialan itu, ikuti saja 
apa yang aku bilang..”

“Tidak akan!! Tidak akan pernah!!! Dasar lelaki kurang ajar!!!”
..................................................................
“Helen! Helen! Bangun.. kau kenapa?? Mimpi buruk??” ternyata itu Ariana, Syukurlah itu Ariana, aku kira itu orang lain.. “iya, aku tadi mengalami mimpi buruk..” “hmm.. kalau begitu, mau kuambilkan cookies dan susu?” “boleh..”

“Jadi, kau tadi mimpi apa?” “Tadi aku mimpi aku diikat di sebuah tiang, dan disitu ada Zylen dan-” “lelaki kurang ajar itu.. ah, maaf tadi aku memotongmu, silahkan dilanjutkan..” “disitu ada Zylen dan dia menamparku, dan dia bilang bahwa grace itu ada di tangan dia, aku meminta kepadanya untuk memberikan Zylen kepadaku, tapi, dia bilang jika aku ingin Zylen kembali aku harus memutuskan Zylen dan mengikuti apa yang dia perintahkan kepadaku. Aku menolak dan hasilnya, aku ditampar olehnya dan aku pun terbangun dari mimpi itu..” “begitu rupanya...”

TOK TOK TOK
“Ariana itu siapa??” “entahlah aku juga tak tahu.. mari kita cek bersama.” “iya.”

OH TIDAK!!

To Be Continue

Thx~

No comments:

Post a Comment